. Rohis SMK Arjuna Depok [ رحس أرجون ]
Have an account?

Assalamu'alaikum ikhwah fillah

Rohani Islam merupakan wadah bagi siswa-siswi muslim di SMK Arjuna Depok. Alhamdulillah kami telah menyediakan layanan lewat dunia maya yakni lewat blog. Semoga apa yang kami sajikan dapat bermanfaat bagi kalian semia. Mohon maaf bila terdapat kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam isi blog. Kami mohon untuk memberikan komentarnya ke postingan blog.

Akhirnya, Kami selaku Departemen Media Publikasi mengucapkan

Jazzakumullah khoiron katsiron!

Departemen Publikasi

Selasa, 12 Maret 2013

Waspadai Dosa Syirik “Wishing On A Star”

 Baru-baru ini detikcom memberitakan bahwa sebentar lagi akan terjadi “Hujan Bintang”. Di antara isi beritanya adalah sebagai berikut:
 
Fenomena hujan bintang atau hujan meteor memang sangat jarang terjadi di Indonesia tapi fenomena alam seperti ini sudah bisa diprediksi kapan terjadinya dikarenakan para ilmuwan sekarang sudah mampu menganalisa penyebab terjadinya hujan bintang yang terjadi secara periodik. Terjadinya hujan bintang dimulai dari kumpulan meteor yang meluncur masuk ke dalam lapisan atmosfir bumi dengan jumlah yang banyak, pada saat itu meteor-meteor yang bertebaran di langit menciptakan fenomena alam seperti curahan air hujan yang memijarkan cahaya dikarenakan oleh gesekan batu-batu meteor tersebut dengan lapisan atmosfir bumi. (Siap-Siap Ada Hujan Bintang- detikNews- Kamis, 27/09/2012 07:07 WIB)
Artikel tersebut juga menegaskan bahwa “Fenomena hujan bintang tidak pernah membahayakan penduduk bumi, Melainkan menjadi sebuah peristiwa yang dinanti-nanti karena pada saat fenomena berlangsung pemandangan di langit menjadi begitu menakjubkan, langit menjadi ramai oleh cahaya sekumpulan meteor yang sedang beterbangan, tak heran ketika fenomena ini terjadi banyak orang yang berusaha untuk bisa melihatnya secara langsung.” (Siap-Siap Ada Hujan Bintang- detikNews- Kamis, 27/09/2012 07:07 WIB)
Berarti jika seorang muslim berkesempatan menyaksikannya sungguh ia merupakan karunia Allah subhaanahu wa ta’aala yang patut disyukuri. Sebab fenomena tersebut merupakan salah satu di antara tanda-tanda kebesaran Allah subhaanahu wa ta’aala. Keindahannya akan membuat kita semakin kagum akan Penciptanya. Dan tentunya hal itu sepatutnya akan meningkatkan iman dan taqwa kita agar lebih serius dalam beribadah, beramal-sholeh, berda’wah bahkan berjihad fii sabilillah.
Tetapi di tengah arus kemusyrikan yang begitu meluas di era modern ini, tampaknya media-massa memandang perlu untuk turut serta –baik sadar maupun tidak sadar- menyebarluaskan fikroh (ideologi) penghambaan diri manusia kepada makhluk ciptaan Allah subhaanahu wa ta’aala. Alih-alih mengajak manusia untuk meningkatkan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta saat terjadinya fenomena hujan bintang. Malah sebaliknya media menganjurkan masyarakat modern untuk segera mempersiapkan daftar harapan yang ia inginkan untuk diajukan saat fenomena tersebut berlangsung. Sehingga secara tidak langsung manusia dialihkan dari berdoa dan mengarahkan harapannya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala untuk selanjutnya justeru berharap dan berdoa kepada bintang jatuh. Seolah bintang punya kuasa merubah nasib manusia. Jelas ini merupakan logika dan keyakinan kuno kaum paganis (musyrikin). Na’udzubillaahi min dzaalika…!
Sehingga di dalam artikel lainnya ditulis sebagai berikut:
Pada suatu malam ada seorang anak lelaki yang sedang melihat pemandangan alam dari jendela kamarnya, dan tiba-tiba sebuah cahaya melesat jatuh dari langit, si anak bercerita kepada ibunya ‘tadi aku melihat cahaya yang jatuh ke bumi, cahaya apa itu?’ sang ibu menjawab ‘itu bintang jatuh nak’, segera sampaikan permintaanmu, si anak meminta agar esok hari dia memiliki teman yang setia dan selalu bahagia bermain bersamanya. Di pagi hari yang cerah si anak keluar rumah dan disambut oleh seekor anak anjing lucu yang tidak bisa diam, mereka pun bermain di halaman rumah hingga matahari terbenam, anjing itu menjadi sahabatnya sampai dia tumbuh dewasa.
Cerita tentang bintang jatuh memang banyak sekali macamnya, dari dongeng anak seperti diatas, kisah Superman yang jatuh ke bumi untuk menyelamatkan dunia sampai kisah cinta seorang wanita yang berharap ingin kembali bersama kekasih pujaannya telah mendefinisikan adanya kemakmuran di balik bintang jatuh. Bintang jatuh memang telah menjadi sebuah fenomena yang banyak dipercaya dan ada sejak dulu kala, dan dibalik kisahnya yang melegenda selalu ada kemakmuran yang senantiasa bisa dimiliki bagi orang-orang disekitarnya, kemakmuran memang bisa terjadi kapanpun dan milik siapapun tapi pernahkah Anda terbayang bagaimana bila Anda adalah salah satu dari jutaan orang yang beruntung bisa melihat bintang jatuh secara langsung, dan bila esok hari Indonesia akan dihujani bintang dan Anda adalah salah satu yang beruntung bisa melihatnya secara langsung, keinginan apa yang paling Anda inginkan?( Pernah Melihat Bintang Jatuh?- detikNews- Jumat, 28/09/2012 01:00 WIB)
Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ
وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
“Dan yang kamu seru (sembah / berdoa kepada) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (QS Fathir 13-14)
Sedangkan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:
من مات وهو يدعو لله نداً دخل النار
“Barangsiapa mati dalam keadaan berdoa kepada sekutu selain Allah, maka ia masuk neraka.” (HR Bukhari)
DR Abdul Latif di dalam kitabnya berjudul Pembatal Keislaman menulis: “Wajib diketahui bahwa barangsiapa berdoa kepada selain Allah, atau ber-istighatsah (memohon bantuan) atau ber-isti’anah (memohon pertolongan), maka dia kafir meskipun dia tidak meyakini bahwa sesuatu yang di-istighatsahi-nya itu mempunyai hak mengatur atau memberi pengaruh atau penciptaan.” (“Pembatal Keislaman” karya DR Abdul Aziz Abdul Latif – Pustaka Sahifa hlm 195)
Oleh karena itu Ibnu Taimiyah berkata: “Di antara pengikut orang-orang musyrik itu ada yang bersujud kepada matahari, rembulan, dan bintang-bintang, dia berdoa kepadanya seperti dia berdoa kepada Allah, berpuasa untuknya, menyembelih untuknya, mendekatkan diri kepadanya kemudian dia berkata: ‘Ini bukan syirik, akan tetapi syirik apabila kamu meyakini bahwa ia mengaturmu, tetapi jika kamu menjadikannya sebab atau perantara maka ia bukan syirik’, padahal sudah diketahui secara mendasar (dharuri) bahwa ia adalah syirik di dalam ajaran Islam.” (“Pembatal Keislaman” karya DR Abdul Aziz Abdul Latif – Pustaka Sahifa hlm 196)
Oleh karenanya, hendaknya kita berhati-hati menyikapi fenomena hujan bintang. Sebab di dalam dunia modern yang sarat dengan nilai-nilai kemusyrikan dan sepi dari nilai-nilai tauhid, banyak manusia yang dengan ringannya melakukan hal-hal yang dianggapnya ringan padahal sesungguhnya masuk ke dalam kategori perbuatan kufur bahkan syirik. Sedangkan perbuatan syirik menyebabkan pelakunya tidak berhak memasuki surga Allah di akhirat. Ia akan kekal di dalam neraka karena telah melakukan perbuatan yang tidak terampuni oleh Allah subhaanahu wa ta’aala, kecuali bila sebelum ajalnya ia sempat bertaubat dari perbuatan tersebut.
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ
لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisa 48)
Allah subhaanahu wa ta’aala menegaskan bahwa orang-orang beriman hendaknya hanya berdoa dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’aala semata bukan kepada selain-Nya. Itupun Allah mensyaratkan bahwa doa tersebut hendaknya diiringi dengan mematuhi segenap perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya dan beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Yang Maha Kuasa mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ
إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah 186)

Rabu, 06 Maret 2013

Kata Pengantar ROJuna

Salam ROJuna!!
...
Assalamu’allaiqum wr.wb

Allhamdulillah, berkat ridho allah swt jualah kami dapat hadir di hadapan anda semua, untuk pertamakalinya dengan menyumbangkan sebentuk guratan-guratan pena dari hasil inovasi anak Ekskul Rohis SMK ARJUNA DEPOK, ini yang tadinya hanya ada koran selembar yang terbit setiap edisinya, kini kami kembangkan lagi agar lebih mudah bagi penggemar ROJuna untuk saling berbagi kreasi, inpirasi, tips dan trik dan masih banyak lagi, yang dapat bermanfaat bagi kita semua, amin yarobal allamin.

Pada kesempatan ini, kami berusaha menyajikan hasil terbaik kami untuk para pembaca sekalian, semoga ini semua dapat menjadi pengembang wawasan bagi kita.

Dan para pengemar kobar dapat menyumbang pemikiran kreasi, inpirasi, tips dan trik, kritik dan saran dan masih banyak lagi, yaitu tinggal kirimkan saja apa yang ingin kalian sumbangkam ke e-mail kami: www.rohis_smkarjuna@yahoo.co.id kami tunggu loh!

Kami menyadari bahwa ini adalah ajang belajar dan memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu kami berlapang dada menerima saran dan kritik yang solutif demi terbitan-terbitan kami yang akan datang.
Walau tidak mudah kami me-launching ROJuna one line ini agar dapat hadir di hadapan layar anda sekalian, kami tetap berharap semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua dan memperoleh tempat di hati anda. Dan semoga allah meridhoi langkah-langkah kita semua dalam menggapai prestasi yang gemilang, amin yarobal allamin.

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Penerbit : Ekskul Rohis SMK Arjuna Depok

Izin terbit : SK Kep.Sek No.151/I.12.3/SMK/2012, 20 Desember 2012
Pelindung : Kepala sekolah Sman 1 trimurjo
penasehat : -
pemimpin umum : -
pemimpin redaksi : -
sekertaris umum : -
bendahara : -
editor & designer : -
reporter : -
biro iklan : -
staf ahli : -
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
redaksi menerima kiriman : karya tulis, opini, laporan penelitian, cerpen, puisi, dll.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
alamat redaksi : sekretariat ROJuna

Jl.Raya Pitara No. 18 Jembetan Serong Depok.

Kamis, 28 Februari 2013

Jadilah Seperti Air

ROJUNA :

“Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa, Maha pengampun. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu cacat?”(QS. Al Mulk: 1-3)
Allah menciptakan apa-apa yang ada di langit dan di bumi, agar kita mampu berfikir dan menelaah. Saat kita duduk di tepi sungai, akan kita rasakan serasinya ciptaan Allah. Batu yang sangat keras dan kokohnya, air yang mengalir sangat lembut. Tidakkah kita mampu menerapkannya dalam kehidupan yang sebenarnya.
Kita ambil ‘ibrah dari air dan batu yang dapat bekerja sama dengan satu harmoni yang sangat indah sesuai kehendak-Nya. Begitulah seharusnya kita bersikap dan bertindak dalam dakwah ini. Dakwah ini tidak akan berjalan dengan segelintir orang saja, tetapi atas banyak unsur yang berjalan dengan serasi. Begitu indah pelajaran yang bisa kita tarik dalam setiap ciptaan-Nya.
Dakwah ini tidak akan berjalan dengan selalu memperselisihkan tugas,
“Ini hak Antum, ini hak Ane. Ini kewajiban Antum, dan ini kewajiban Ane,”
Malulah kita dengan apa yang terjadi dengan air dan batu. Tidak ada pertikaian di antara mereka. Kita sama-sama muslim dan kita adalah saudara.
Memahami keadaan itu, kita akan menemukan sebuah pelajaran penting dalam ukhuwah. Hati kita harus selalu dijaga kelembutannya, agar ruh-ruh kita tetap bercahaya. Kita dalam dakwah ini bukan saling terikat membebani, melainkan untuk saling tersenyum memahami dan saling mengerti dengan kelembutan nurani.
Tertatih kita menjalani kehidupan dalam dakwah ini, menyambung silaturahim yang terasa kering, dan hubungan yang terasa sangat pahit. Saat kita memaknai dan menamakan hubungan ini karena Allah maka semuanya akan terasa indah dan sejuk dalam sanubari.
Dakwah ini meniti jalan yang sangat terjal dan berliku, penuh dengan onak dan duri. Kembali kita meluruskan niat, mengokohkan tekad, menguatkan simpul komitmen kita dalam dakwah dan menunaikan setiap tanggungan amal-amal yang harus di tunaikan. Tanpa harus memikulkan tanggungan kita kepada yang lain, atau membebankan tugas yang seharusnya dipikul bersama kepada sebagian dan bahkan seorang saja.
Berusaha mengukur sendiri kemampuan diri untuk mampu mengukur kemampuan orang lain. Saat kita merasa itu berat bagi kita jangan lantas di alihkan ke salah seorang ikhwah kita.
Jangan tanyakan lagi tentang keikhlasan kepada mereka, karena mereka akan dengan rela dibebani banyak tugas meski yang lain dalam keadaan tenang karena bebas tugas. Yang mereka pikirkan adalah pahala dan cinta dari Tuhannya.
Tapi apakah kita tega dan bersenang hati melihat saudara kita terbebani? Dia tertatih dengan tugasnya sementara kita menyibukkan diri dengan kehidupan pribadi?
“Cintailah orang lain sebagaimana kau ingin dicintai. Perlakukanlah orang lain, sebagaimana kau ingin di cintai.”
Maka orang lain akan banyak yang salah paham. Ada yang merasa tersakiti dan terluka dari cara kita menyayanginya. Dan orang akan merasa kita tidak mencintainya padahal itu wujud cinta kita padanya.
Maka gantilah bunyinya, “Cintailah orang lain sebagaimana mereka ingin di cintai. Perlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan.”
Dengan begitu maka dakwah dan ukhuwah ini akan terasa indah. Tidak ada yang merasa hanya sebagian yang terbebani dan sebagian bebas dari tugas.
Maka mencobalah untuk menanyakan kepada saudara kita. Dan pahami setiap kemampuan diri kita adalah berbeda. Dengan meminta masukan pendapat itu maka akan semakin menguatkan persaudaraan dan melimpahkan ketulusan.

Selasa, 12 Februari 2013

My Mother My Hero

Oleh : riosyams.blogspot.com
 
Ibuku kecil bukanlah seorang yang terlahir dari keluarga kaya dan berdarah biru, ibuku hanyalah seorang manusia biasa yang berdarah minang dan terlahir dari keluarga petani dari dusun negeri tertinggal.

Ibuku kecil bukanlah seorang yang memiliki nama tambahan di belakang namanya, ibuku tidak memiliki Amd, ST, Msc, apalagi DR didepan namanya, bahkan ibuku hanya bergelar seorang anak yang hanya mencicipi manisnya bangku sekolah rakyat nan merakyat.

Ibuku kecil bukanlah seorang wanita bernama indah bak indahnya warna pelangi, ibuku tak pernah marah kepada matahari yang membakar kulitnya, ibuku tak pernah kasar kepada sawah yang menarik nya untuk berlari.....

Ibuku kecil bukanlah seorang anak yang mengenal manja, seorang anak yang merengek minta dibelikan boneka,bahkan sepasang sepatu pun tak pernah terbelikan, bagai mimpi panjang yang tak pernah berujung,

Ibuku remaja tak dilindungi oleh rumah nan megah, ia hanya ditutupi oleh gubug-gubug nan reot, seolah tanah pun enggan menopangnya.

Ibuku remaja bukanlah seorang pemudi berseri-seri, menari-nari diatas kesenangan indahnya masa remaja, ibuku adalah seorang pemudi berhenti berdiri, kembali berlari mengantarkan serantang nasi ke sawah, dan membawa pulang segantang beras sebagai upah.

Ibuku remaja bukanlah pemudi yang ditemani dengan rias-rias wajah nan elok, kulitnya hanya teroleskan keringat, bedak wajah adalah kilauan sengatan matahari menantang, tubuhnya kurus menjulang, garis wajahnya nan jelas bak mendulang.

Ibu menangislah hatiku, jantungku terhujam, ketika kau menangis menggambarkan rinci kehidupan kecil mu nan pilu. Ibu aku bangga denganmu. Biarpun orang menertawakan mu dulu, biarpun orang mengucilkan mu dulu, kini aku memuji mu ibu, aku menyanjung mu ibu, aku dan putra-putri mu yang lain adalah bukti perjuangan mu, bukti kegigihan mu.

Keringatmu adalah dzikirmu.
Tintamu bukanlah emas ataupun perak.
Ilmu adalah tanganmu, kakimu, dan ketegaranmu.
Kaulah bidadari sesungguhnya wahai ibu.
Darah mu adalah darah mulia bagiku.
Gelar mu adalah gelar dimata di Tuhan sebagai manusia yang tegar.
Kecantikanmu adalah ketegaran dan perjuanganmu.

Ibu, Sekarang tataplah dinding-dinding rumah kita, Rumah kita tidaklah megah, tapi kini gubug-gubug itu telah pergi, tanahpun dengan senang menopang rumah kita, sekalipun kini rantau menahan kita, tataplah jajaran foto-foto dirimu dan anak-anakmu, terpampang dengan senyum bangga putera-puteri mu dengan sebuah Toga dan tangan melilit sebuah bukti kelulusan, bukan…ini bukanlah milik kami, ini adalah milik mu Ibu.

Ibu tataplah kembali, hiburlah dirimu, lihatlah dalam sebuah bingkai dirimu tersenyum diatas sebuah unta ditemani oleh Ayahku Juara bagiku didunia ini. Ingatlah kembali setiap lembar perjalanan mu ke tanah nan indah lagi suci.

Biarlah orang-orang menatap wujud perjuanganmu.

Ibu Tersenyumlah, engkau lah PahlawanKu.

Senin, 11 Februari 2013

Lagi Lagi Cinta... Hummm ^

Lagi-Lagi Cinta











Oleh Kiptiah


Seorang kawan meminta saya untuk membuat tulisan dengan tema “menjaga hati”. Meskipun menjaga hati cakupannya banyak, tapi bisa saya simpulkan adalah permasalahan hati mengenai cinta.


Lagi, berbicara mengenai cinta dan hati adalah dua hal yang saling bertautan. Tidak bisa dipisah. Karena jika bermain dengan hati, maka akan timbul sebuah efek yaitu cinta. Terlepas dari jenis cinta yang baik atau tidak. Maka hati memang harus selalu dijaga.


Jika tubuh memerlukan berbagai jenis asupan gizi guna mempertahankan kestabilan pencernaan, maka hatipun memerlukan asupan untuk menghindarkannya dari sesuatu yang kurang baik. Asupannya adalah zikrullah.


Hati memang sangat rentan bila tidak dijaga. Bahkan meskipun sudah telaten menjaganya, kadang masih suka tergelincir. Tapi bedanya, tergelincirnya hati yang sudah ternutrisi tidak akan tergelincir sangat jauh. Pemiliknya akan menyadari kekeliruannya dan merasakan ketidaknyamanan.


Berbicara mengenai cinta, pasti juga berbicara mengenai hubungan lawan jenis. Tidak bisa di tampik, jika seseorang menyukai lawan jenis. Entah dari segi fisik, inner beauty atau dari hati. Seberapapun ia tergolong seseorang yang shalih. Kecenderungan terhadap lawan jenis adala hal yang normal.


Kadangkala hati bisa melesat menjauh tanpa bisa dikendalikan oleh pemiliknya. Ia bisa menyukai lawan jenisnya, meskipun kadang ia tidak ingin menyukainya. Padahal sebenarnya, bukan hati yang benar-benar melesat. Tapi ada sesuatu yang menyebabkan hati itu melesat seolah tidak mampu tergenggam.


Contohnya, jika perempuan dan laki-laki memiliki intensitas pertemuan yang tinggi. Entah karena masalah pekerjaan, organisasi, pertemanan atau lainnya. Bisa dipastikan sedikit banyak akan menimbulkan suatu perasaan khusus. Jika bukan dari pihak perempuan, maka bisa jadi dari pihak laki-laki. Seperti pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena seringnya bertemu.


Kita tidak bisa menyalahkan keadaan, kita juga tidak bisa menyalahkan hati jika tiba-tiba tertambat pada seseorang. Karena itu adalah fitrah. Karena kita adalah manusia biasa yang memang dilahirkan cenderung untuk mencintai dan dicintai.


Jika suatu keadaan bisa sangat diminimalisir, misalnya jika kita bisa berusaha untuk mengurangi intensitas dengan lawan jenis, itu bisa menjadi salah satu solusi. Minimal menghindari adanya persentuhan hati.


Persentuhan hati yang telah terlanjur melekat akan sangat sulit untuk terlepas. Jika pun terlepas, seperti sebuah keramik yang retak dan berusaha untuk disatukan kembali, maka tetap akan tampak bekas retakannya.


Tapi jika terlibat pada situasi yang mengharuskan kita rutin bertemu dengan lawan jenis dan kemudian muncul benih-benih cinta yang sebenarnya kita sendiri tidak menginginkan hal tersebut hadir. Jangan panik, itu lumrah. Jangan berusaha menghilangkan, kata kawan saya. Semakin kita berusaha menghilangkan maka akan semakin sulit. Cinta itu berasal dari Allah, cinta itu karunia dari Allah. Maka kembalikan saja cinta itu kepada Allah, jika kita merasa kita tidak pantas memiliki rasa cinta itu (baca:bukan pada pasangan). Bukan suatu hal yang mudah, tapi kawan saja mengajarkan untuk menikmati saja rasa itu. Biarkan waktu yang akan menghapusnya. Dan selalu berpegang kepada Allah mengenai segala rasa cinta. Agar cinta kita tidak tergelincir.


Berusaha menghindari memanjakan rasa cinta yang tiba-tiba hadir kecuali kepada yang berhak. Bagaimana pun manajemen cinta bergantung kepada masing-masing orang. Tapi tingginya ilmu tidak menjamin cinta itu tidak bisa hadir dalam hatinya, karena cinta itu fitrah.


InsyaAllah, hanya dengan berpegang teguh kepada Allah, sabar atas segala kehendakNya dan mencoba memikirkan baik buruknya cinta “terlarang”, Allah akan selalu menjaga kita. Menjaga cinta kita untuk yang berhak. Hanya Allah, sutradara terbaik dimuka bumi. Segala skenarionya adalah yang terindah meskipun harus mengais makna dalam kesedihan. Setiap manusia ditakdirkan memiliki cinta. Hanya Allah sebaik-baik pemberi cinta. Hanya Allah sebaik-baik landasan untuk mencintai.


Allahua’lam.


www.rainkelana.blogspot.com

Qur'an Online


Read more: http://epg-studio.blogspot.com/2011/01/pasang-al-quran-online-pada-blog.html#ixzz1p0fJE7xJ

Minggu, 10 Februari 2013

Syukur Kepadam-Mu Adalah Segalanya.. ^^

Oleh bidadari_Azzam





Sahabatku berbagi resah dan sejumput kekesalan
Tentang hari pernikahan yang harus dibatalkan
Tentang penundaan mimpi dan harapan
Jua tentang perihnya nurani dan ragam kepedihan
Kuceritakan sebuah kisah dari seorang saudariku,
Duhai teman, dengarlah berita ini
Suatu kali ada tetanggaku yang sudah tua,
Ia seorang wanita, kala terbangun di pagi hari,
Ia menatap cermin dan hanya melihat tiga helai rambut di kepalanya!
Yah, katanya, “Kurasa aku dapat mengepang rambut hari ini"
Ia sisir dan kepang rambutnya
Alangkah indah hari itu
Kemudian keesokan harinya ia terbangun pada pagi hari
Lalu menatap cermin dan hanya menemukan dua helai rambut di kepalanya!
Ia tersenyum dan berkata, “Saya rasa akan lebih mudah menyisirnya”
Hari itu lebih indah dari hari kemarin baginya
Keesokan harinya ia terbangun dari lelapnya tidur
Pagi itu ia melihat cermin
Dan hanya menemukan sehelai rambut di kepalanya!
“Wow, akan kusisir seperti ekor kuda”, ia gembira dan tetap tersenyum
Hari itu amat jauh lebih menyenangkan dari hari kemarin baginya
Ia seorang wanita, baru saja sembuh dari sakit
Baru saja kehilangan anak dan suami akibat suatu bencana
Dan baru saja berbagi arti sebuah kesyukuran
Keesokan harinya ia terbangun di pagi indah,
Ia melihat ke cermin dan tersenyum
Padahal tidak ada sehelai rambut di kepalanya!
“Ya!”, ia berseru,
"Saya tidak perlu menyisir rambut hari ini!”
Alhamdulillah, hari itu terasa paling istimewa baginya
Ia memiliki waktu lebih banyak untuk bersujud kepada Sang Pencipta
Waktu nan lebih bermakna dibandingkan dengan pikiran tentang menyisir rambutnya
Sahabatku, tataplah cermin pula
Kita lebih beruntung dari pada sosok wanita yang kuceritakan itu
Negerimu aman dan jauh dari laga pertempuran
Jika hatimu gundah atau bergejolak emosi diri
Merenunglah tentang seorang wanita tanpa sehelai mahkota di kepala
Ingatkan jiwa kita bahwa problema di hadapan hanyalah setitik ujian
Obatnya tak lain adalah syukur kepada-Nya
Pagi ini kita bangun dengan ceria dan bersiap diuji kembali
Sahabatku, ketika kita bicara cinta dan simpati
Kita sering bertumpu pada penilaian manusia
Padahal dalam kalbu ini kita berikrar
Bahwa syukur kepada Ilahi adalah solusi
Memuji-Nya tak sekedar beroleh simpati sejati
Melainkan berbuah ketenangan hati
Menularkan inspirasi
Serta cahaya terang motivasi
Kembalilah tersenyum saat ini juga
Jangan biarkan dirimu makin terpuruk dalam duka
Kita optimalkan usaha dan tegar dalam merajut cita
Bangun kembali asa, duhai teman!
Untailah do’a dalam sujud panjang beriring istighfar
Ungkapkan pujian pada Robb kita, “Syukur Kepada-Mu Adalah Segalanya”
Buat sahabat-sahabatku di ‘medan juang’ yang berbeda-beda, Allah SWT Maha Tahu segala hal yang terbaik buat kita, wallohu’alam.

(bidadari_Azzam, Salam Ukhuwah dari @Krakow, jelang sore, 19 maret 2012)

Post By Ro-Juna